cerita dewasaku: Ini raga saya, tapi jiwa saya terlalu jauh meninggalkannya

Terlalu asik dengan semua ini, hingga banyak yang saya lupakan. Dia diantaranya waktu. Semoga kebiasaan ini dan semua hal yang tak sepantasnya saya lakukan bisa saya rubah satu persatu. dan yang paling ingin saya rubah adalah yang berkenaan dengan ketenangan hati, karena hati ini terlalu jauh meninggalkan raga yang seolah tak berdaya. Mungkin manajemen hidupnya harus diperbaharui kembali.

Berjibaku hanya dengan impian tanpa mencoba merealisasikan impian tersebut justru akan membawa diri kita jauh pada kebahagiaan. Impian adalah prioritas utama yang selalu didambakan keberhasilannya, tapi ada yang paling utama dia adalah jalan menuju impian itu. Seberapa hebat impian yang dihasilkan tapi jalan untuk mencapainya bukan murni dari kerja keras kita jadi terasa hambar.

Saya yakin ada yang salah dengan semua ini hingga terlalu susah tuk mencoba melangkah walau hanya setengahnya saja. Rasanya begitu berat semua ini saya pikul tanpa saya tau apa yang saya pikul. Apakah semua ini adalah benih dari semua kesalahan dimasa lalu? apakah semua ini akibat dari beban dimasa lalu?

saya sering mencoba melangkah, namun pada langkah kedua atau ketiga saya kembali lagi seperti ketika saya belum melangkah. Sudah saya coba dengan mengutarakannya menjadi bait-bait kata atau sekedar coretan yang tanpa arti, agar semuanya bisa sedikit tergantikan, namun dari semua itu tak ada satupun yang berbekas. saya selalu berharap ada cahaya dibalik cahaya yang akan membimbing saya untuk kembali melangkah.

Begitu halnya ketika saya mencoba mengingat-Nya, lebih mendekatakan kepada-Nya namun masih saja langkah saya terhenti dan hanya berjalan diantara datang dan kembalinya matahari. Ini raga saya tapi jiwa saya terlalu jauh meninggalkannya.

Ingin rasanya saya menikmati atas kerinduan sebuah senyum yang hilang tak terhitung waktu, tapi kapan? ingin rasanya saya membagi semua ini, tapi kemana? sampai ketika waktu terus berlalu yang ada hanya segunung harapan.

Yogyakarta, 21112011

6 komentar:

  1. kepada seseorang yang menurut kamu merasa nyaman... disaat kamu ada disampingnya...

    BalasHapus
  2. Bagi sama aku aja

    BalasHapus
  3. Nya kepada siapa ya Tuhan atau seseorang...

    klo buat seseorang jadi inget nyanyiannya darso, Kabogoh jauh.

    BalasHapus
  4. @noname: oke......tapi yg jelas diri ini adalah yg utama dan paling utama....

    BalasHapus
  5. @Ziniho: sip lah...kapan2 yach..he

    BalasHapus
  6. @baha: Yg jelas itu buat Allah...kalo nya bt yg lain N nya kecil.he

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf kiranya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan tak pantas. Ini hanyalah sebuah cerita yang ingin sedikit saya berikan kepada SAHABAT dari lubuk hati yang paling dalam. Sudi kiranya SAHABAT berkenan meninggalkan jejak di BLOG yang sederhana ini.
"Sahabat Adalah Keluarga Kecil Dalam Kehidupan Demi Terjalin Tali Silaturahmi"

About me

Foto Saya
Urang Kampung

Hidup itu harus selelu dinikmati dan di syukuri. Jangan pernah menyerah dan malu melakukan sesuatu hal yang dianggap orang lain jelek, karena belum tentu jelek buat kita. Setiap manusia telah mempunyai rizki sendiri. Nikmatilah hidup ini dan jangan lelah untuk mengejar mimpi dengan tetap semangat dan bersyukur serta terus berusaha semampu kita. Tersenyumlah sebelum senyum itu hilang dalam penyesalan. 
Lihat profil lengkapku

INSTAGRAM FEED

@soratemplates