Cerita dewasaku: "Cahaya" yang selalu aku harapkan




Ketika aku berada dalam titik jenuhku

Menyisakan tangis yang tak berujung

Sungguh ku tak mampu lagi menyisakan senyuman terakhir untukmu

Terlalu rapuh hati ini yang selalu diterpa pahitnya perjalanan panjang yang tak menentu

Seperti ketika aku berada dalam lorong-lorong tuk menemani bayangan dirimu dimasa lalu

Yang ada hanya rasa yang tak pernah aku harapkan.


Malam ini.......dalam ketidaktentuan dari sebuah catatan masa kelam, diiringi nyanyian teman kecilku yang setia dalam ketidaktahuan, aku selalu berharap "cahaya itu" bisa kembali jatuh tuk sekedar mengisi dua bait syair yang sempat hilang! aamiin.............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf kiranya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan tak pantas. Ini hanyalah sebuah cerita yang ingin sedikit saya berikan kepada SAHABAT dari lubuk hati yang paling dalam. Sudi kiranya SAHABAT berkenan meninggalkan jejak di BLOG yang sederhana ini.
"Sahabat Adalah Keluarga Kecil Dalam Kehidupan Demi Terjalin Tali Silaturahmi"

About me

Foto Saya
Urang Kampung

Hidup itu harus selelu dinikmati dan di syukuri. Jangan pernah menyerah dan malu melakukan sesuatu hal yang dianggap orang lain jelek, karena belum tentu jelek buat kita. Setiap manusia telah mempunyai rizki sendiri. Nikmatilah hidup ini dan jangan lelah untuk mengejar mimpi dengan tetap semangat dan bersyukur serta terus berusaha semampu kita. Tersenyumlah sebelum senyum itu hilang dalam penyesalan. 
Lihat profil lengkapku

INSTAGRAM FEED

@soratemplates