Titik Jenuhku

Jauh ku berjalan menyusuri lorong-lorong kegelapan
Hanya saja yang terdengar masih goresan masa lalu
Mengalun bak nyanyian tengah malam
Terdengar menggema memecah sunyi yang menepi

Mata yang ribuan kali terpejam
Enggan menghapus luka yang terakhir
Kaki yang lama menelusuri puing-puing derita
Tak mampu lagi melangkah dengan benar
Tangan yang setia dengan kenakalannya
Hanya bisa terombang-ambing
Hati yang selalu setia akan cinta
Tak mampu lagi bertahan

Diujung penantian
Dalam kegelapan malam ini semua terasa hampa
Suara penghuni malam seakan terbuai dalam hayalanku
Sepi.............
Sunyi............
Tiada kata terakhir yang bisa melukiskan ini

Semua derita.................
Semua bahagia...................
Kian tak ada beda
Celotehan-celotehan para penguasa kegelapan
Seakan menjadi saksi
Betapa kejamnya derita dari masa lalu

Kini..................
“Tak tau kemana aku membawa luka atas ketidakpastian!!!”
“Tak tau kemana membuang derita atas kegagalan”
Yang aku tau kini semua telah tiada

1 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya, mohon maaf kiranya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan tak pantas. Ini hanyalah sebuah cerita yang ingin sedikit saya berikan kepada SAHABAT dari lubuk hati yang paling dalam. Sudi kiranya SAHABAT berkenan meninggalkan jejak di BLOG yang sederhana ini.
"Sahabat Adalah Keluarga Kecil Dalam Kehidupan Demi Terjalin Tali Silaturahmi"

About me

Foto Saya
Urang Kampung

Hidup itu harus selelu dinikmati dan di syukuri. Jangan pernah menyerah dan malu melakukan sesuatu hal yang dianggap orang lain jelek, karena belum tentu jelek buat kita. Setiap manusia telah mempunyai rizki sendiri. Nikmatilah hidup ini dan jangan lelah untuk mengejar mimpi dengan tetap semangat dan bersyukur serta terus berusaha semampu kita. Tersenyumlah sebelum senyum itu hilang dalam penyesalan. 
Lihat profil lengkapku

INSTAGRAM FEED

@soratemplates